Translate

Tampilkan postingan dengan label cerpen nyentrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen nyentrik. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2011

cerpen nyentrik Jaka Tarub episode 10

cerpen nyentrik dalam kisah Jaka Tarub episode: 10 ( Dewi Nawang Wulan menemukan pesawat angkasanya).

Baca kisah sebelumnya : cerpen dunia maya: cerpen nyentrik Jaka Tarub episode 9

"Tigapuluh menit,diam di sini tanpa suara,dan aku bosan harus menunggu lama..." Jaka Tarub merayu istrinya dengan memetik gitar dan menyanyikan lagu Pelangi Di Matamu Krisyanto Jamrud.

Entah mengapa Nawang Wulan kelihatan purik.
Sejak Tarub pulang dari kantor dia hanya diam.Sehabis menata makanan di meja buat Jaka Tarub ia kelihatan mecoco dan diam.

"Ayo dong sayangku ngomong."rajuk Tarub.
Nawang Wulan tetep diam,malah ngeloyor pergi kekamar nyusuin Dewi Nawang Sih yang sekarang berusia tujuh bulan.

"Ada apa seh Rub istrimu?"Tanya Simbok yang sudah banyak makan asam garam rumahtangga.
"Gak Tahu Mbok,orang ditanya diam saja."Jawab Tarub yang mulai pusing kepalanya.


"Pacarku,ayo kita pulang..."Lagi lagi Tarub mengeluarkan jurus nyanyi,kali ini lagunya SLANK.Rupanya Tarub slanker juga ya.Ketika itu Nawang Wulan di belakang rumah dan gak masuk masuk padahal jam duabelas malam.

"Ayo dong dik Wulan,masuk ada apa sih kok purik?"Tarub kebingungan dan memanggil Nawang Wulan dari pintu belakang.
"Ah ngaco pean mas,aku di WC!"teriak Wulan.
"Ealah,gue kirain ngambek loeh."batin Tarub.

"Mas Tarub,saya nggak purik mas,memang saya kecewa,tapi besok pagi saja dibicarakan sama simbok dan man cungkring."Nawang Wulan mau ngomong meski sambil manyun kaya Temon.
Meski demikian Tarub tak patah arang ngerayu agar suasana cair.
Nawang Wulan tahu Tarub mencintainya,akhirnya mesem juga dengan rayuan Tarub,dan selanjutnya...terserah anda

Pagi pagi Nawang Wulan sudah selesai masak,dan mempersiapkannya di meja makan.

"Mas Tarub,hari ini gak usah ngantor dan tolong Man Cungkring suruh ke sini ada yang penting."pinta Nawang Wulan.
"Oke,oke."jawab Tarub yang kuthuk(nurut) setelah semalam dapat jatah asololey,maksudnya njagain Dewi Nawang Sih yang semalam rewel terus.

"Mbok,Man Cungkring juga mas Tarub,saya mau ngomong."Nawang Wulan membuka pembicaraan di meja makan setelah usai sarapan.
"Ngomong saja Wulan,gak usah takut,keluarga kita menghormati hak azazi,bebas berkumpul,berserikat dan mengeluarkan pendapat."sahut Man Cungkring.
"Begini,saya sebenarnya kecewa sama mas Jaka Tarub."kata Wulan.
Tarub yang belum mengerti maksud Nawang Wulan nyeletuk:"Ada apa denganmu?"dengan dinyanyikan mirip lagunya Ariel Peterpen.
Nawang Wulan yang meski hatinya dongkok nyahut:"Buka dulu topengmu,buka dulu topengmu."

Wulan melanjutkan pembicaraan.
"Pesawatku yang dulu aku buat mendarat di bumi kini ketemu."
"Apa?"Simbok,Tarub dan Man Cungkring bersamaan meski tak dinadakan dengan nada hip hop.
"Iya benar,pesawatku ketemu,dan ternyata yang mencuri pesawatku mas Jaka Tarub."
"Ah enggak kok dik Wulan,aku bukan pencuri..."Tarub merah padam mukannya.
"Kalau bukan mas Tarub,kenapa ada di lumbung padi?"Tanya Wulan menirukan bu POLWAN ndhedhes penjahat.

Jangan lupa balik ke blog ini untuk mengetahui akhir dari cerpen nyentrik Jaka Tarub ini.

Minggu, 16 Oktober 2011

cerpen nyentrik Jaka Tarub

cerpen nyentrik Jaka Tarub

episde 9 ( Dewi Nawang Wulan melahirkan)

Kisah sebelumnya: episode 8

Sejak peristiwa dipublikasikannya trik sulap oleh pesulap
bertopeng,Dewi Nawang Wulan tidak mood lagi menggunakan trik memasak
sebatang padi menjadi nasi sebakul.
Kini dia harus memasak beras tiga perempat kilo untuk jatah makan
sehari bagi Tarub dan keluarganya.

Padi di lumbung sudah banyak berkurang,tapi untunglah ada jatah
RASKIN dari pemerintah yang dibagikan di balai desa.

Jaka Tarub tidak lagi malas malasan mencari burung ke hutan,selain
untuk konsumsi sendiri daging burung yang ia dapat dijualnya di pasar
krempyeng setempat.

"Kadang lumayan juga sih,kalau ada pesenan burung podang dari ibu
ibu yang anaknya belum bisa ngomong,biar cepet ngomong dikasih lidah
burung podang."
"Apalagi pas mikat burung perkutut dan dapat yang suaranya kung,bisa
ditawar jutaan bahkan ratusan juta mas."Demikian pengakuan Jaka Tarub
ketika diwawancarai sebuah TV swasta .

Pagi pagi sekali ia berangkat sore baru pulang,getol nyari burung
buat persiapan biaya persalinan istrinya yang tinggal nunggu pagi
sore.

"Mas Tarub,perutku sakit mas."panggil Dewi Nawang Wulan yang sedang
numbuk padi di lesung,soalnya nunggu tukang selep keliling nggak lewat
lewat.
"Jangan jangan kamu mau melahirkan dik?"Tarub mendatangi istrinya.
"Tapi sekarang sembuh mas?"Ketika Tarub datang sakitnya hilang.

Sebentar sakit sebentar hilang.

"Aduh mas sekarang sakit sekali,saya gak tahan mas."
Kemudian Tarub menuntun istrinya ke dalam kamar.

"Rub,istrimu itu mau melahirkan."kata simbok yang melihat menantunya
meringis menahan sakit yang luar biasa.
"Ayo Rub,kamu cepet cepet panggil mbah Niyem untuk menolong
istrimu."perintah simbok.

Tarub yang neurvos karena ini pertama kali jadi bengong.

"Ayo cepetan,biar istrimu aku yang nunggu!"bentak Simbok sambil
nyablek pundak Tarub.

"Sudah,kamu keluar,,,jangan ndlongop di situ."bentak mbah Niyem yang
siap membantu persalinan Nawang Wulan,karena dilihatnya Jaka Tarub
dongang dongong di dalam kamar.

Nawang Wulan melahirkan dibantu Mbah Niyem,dukun persalinan yang
kondang dan bersertifikat dari PUKESMAS dan dari Dinas Kesehatan
setempat.

"Oek,oek,,,"Dari dalam terdengar tangisan bayi.

Dewi Nawang Wulan melahirkan bayi perempuan seberat 3,1 kilogram.

Setelah semuanya beres,tinggal tarub harus menanam ari ari di pojok
teras dan dikasih lampu minyak.Berhubung sudah lama Tarub gak pakai
lampu minyak Tanah,digantinya dengan dop lima watt.

"Hemm,demi cinta istri dan anak."setengah menggerutu Tarub ketika
disuruh nyuci kain kebaya bekas istrinya melahirkan.


"Saya atas nama keluarga mas Tarub mengucapkan terimakasih atas
kehadiran bapak bapak pada tasyakuran malam ini.Dan masTarub serta
mbak Wulan diberi momogan seorang putri yang cantik dan diberi nama
Dewi Nawang Sih,,semoga menjadi anak yang baik."pak Wongso menutup
acara syukuran yang dilaksanakan Jaka Tarub atas kelahiran putrinya.

"Amiin."para undangan bersama sama mendoakan Dewi Nawang Sih.

"Jempolku sakit Rub."kata penulis.
"Kenapa Mas?"
"Aku ketik via hape.

"Ya sudah,dilanjutkan nanti saja mas."kata Tarub sambil menunjuk meja.
"Opo Rub?"penulis menoleh meja,ternyata Tarub nyuruh minum kopi
sambil mer....membakar tembakau.

--
Dikirim dari perangkat seluler saya

Kamis, 13 Oktober 2011

CERPEN NYENTRIK

cerpen nyentrik: Jaka Tarub episode 7 ( Mbok Rondho Dadapan mantu).
Baca kisah sebelumnya: episode 6

Setelah akhirnya Dewi Nawang Wulan menerima lamaran Jaka Tarub dengan
syarat jika pesawat angkasanya yang berupa selendang ditemukan,ia
harus diijinkan pulang ke negaranya kahyangan.

Tentu saja Tarub harus bersedia membelikan tiket pesawat,mengurus
paspor dan harus membayar gaji Nawang Wulan selama ikut Jaka Tarub.

Acara perhelatan pernikahan siap dilaksanakan.

"Wah Rub,kamu tinggal setengah bulan lagi rabi,mau ditanggapke opo
Rub?"Tanya Man Cungkring pada Tarub ponakan yang amat dikasihinya.
"Hemm,apa ya Lik,,apa enaknya ngundang Sodik dan MONATA nya?"Usul
Tarub yang memang seneng Dangdutan.
"Wah jangan Rub,nanti kita harus tambah biaya sewa keamanan
rangkap,soale kalau bocah kene ditanggapke dangdut kadang gelutan."
"Opo Didi Kempot wae Rub?"lanjut Man Cungkring yang suka campursari.
"Wah,kalau Didi Kempot belum tentu bisa Man,soalnya dia sering job
ke Suriname."Tarub menyahut sambil membatin:"Pancen senenganmu Man."
"Lik cungkring,mas Tarub,mbok nanti pernikahanku dengan mas Tarub
ngundang Ayu Ting Ting saja." tiba tiba Nawang Wulan mbejedul sambil
membawa dua cangkir kopi plus telo untuk Tarub dan Pamannya.
"SETUJU...!"seperti paduan suara Cungkring dan Tarub bengok bengok.
"Paman dan keponakan podo podo ra mbeneh!" simbok muncul sambil
nambah telo goreng yang diludeskan Man Cungkring.
"Ra mbeneh piye to Yu,anakmu mung siji,kalau nikahnya rame rame kan
wajar to?"cungkring semaur
"Nanggap nanggap,rame rame,duwite kowe po yang mbayari?

Akhirnya perayaan nikah Tarub dan Nawang Wulan tiba.
Nanggap hiburan sound system, iuran para anggota KARANGTARUNA dimana
Tarub aktif berorganisasi.
Dewi Nawang Wulan dan Jaka Tarub nrimo hanya ditanggapke Tape
recorder dengan corong kukusan.
"Yah, ntar hasil orang orang nyumbang,ndak usah mbayar hiburan ya
dik,bisa untuk yang lain."bisik Tarub pada Wulan saat duduk diatas
kuade.
"Inggih mas,bisa buat beli motor,daripada nanti kredit."balas Wulan
sambil menoleh penulis.
"Opo Lan Wulan,ngomong kredit kok ngeliat aku?"tanya penulis.
"Nggak apa apa Mas Penulis."Wulan sambil menggeleng.
"wo kamu,nggak tahu,di pasang iklan dibawah buat nambahin mbayar
kreditan plus ganti biaya ngenet."Penulis melotot.

Wulan yang melihat penulis melotot dan merengut,nyahut tangan Jaka
Tarub dan menggenggamya,sambil mimiknya ngiming iming.

"Dimana akan kucari,aku menangiiis seorang diri,hatiku selalu ingin
bertemu,untukmu aku bernyanyi." tiba tiba suara sound system yang
mustinya Kebo Giro terputar lagu kenangan.Tukang putar CD nya salah
ambil.

Jaka Tarub tanpa sadar prembik prembik sambil meneteskan airmata.
"Mas ada apa?"tanya Wulan dengan mesra sambil ngelus kepala Tarub.

"Aku ingat bapak dik."jawab Tarub sambil ndangkluk lemes ingat
bapaknya yang meninggal sejak ia bayi.
"Sudah mas,jangan sedih,,kok kalah sama aku,rabi ndak ditungguin
siapa siapa tetep happy."Wulan menasehati Tarub sambil mengencangkan
genggaman tangannya.
"Awas mas,kalau nanti malam lemes ndak bisa assolole tak jewer
kupingmu."ancam Wulan.
Mendengar kata asolole Tarub langsung njenggelek tegak sambil ngusap
luh neng pipine.

"Uokey dik Wulan,aku siap assolole nanti malam,sudah minum rasa rosa."
"Mas Tarub,pelan pelan ngomongnya dilihat para tamu."Wulan membekap
mulut Tarub.
"Maksud saya,nanti malam mas Tarub harus mbantuin aku mbukak kado
kado dan nyatet dari siapa saja,biar Wulan gak capek."Lanjut Dewi
Nawang Wulan.
"...jiaahhh,Rub Tarub,,loe kirain assolole ngapain?

Jaka tarub,kembali nglumbruk dan prembik prembik.

Sekian dulu,nantikan kelanjutannya dan baca juga cerpen
lainnya.SUGENG MAKARYO,SEMOGA SUKSES untuk sahabat cerpen dunia maya

--
Dikirim dari perangkat seluler saya

Sabtu, 08 Oktober 2011

CERPEN NYENTRIK

cerpen nyentrik: Jaka Tarub


episode 5 : (Simbok muring muring)


Baca kisah sebelumnya : episode 4


Setelah Dewi nawang Wulan bersedia diajak pulang ke rumah Tarub,mereka menghampiri Man Cungkring yang tadi di seberang telaga.


"Oalah Man,kok ya bisa nglakoni."kata Tarub yang melihat pamannya ternyata tidur nyenden batu dan bibir ndoweh
"Siapa sih mas orang kurang gisi itu?"Tanya Dewi Nawang Wulan yang juga melihat paman Cungkring yang memang Cungkring."
"Dia pamanku Dik Wulan."
"Orang kok garing,waktu kecil gak pernah diajak ke posyandu kali mas."timpal Dewi Nawang.
Tarub tiba tiba ngelirik penulis.
Penulis merasa gak enak dengan lirikan Tarub,diacungkan kepalan ke arah Tarub:"awas koen Rub"!


"Man,bangun,ayo pulang."Tarub membangunkan Man Cungkring sambil nepuk pundak pamannya itu.
"A,u,aa,lha."Paman Cungkring masih bengong.
"Kelamaan Man!"Tarub kemudian menarik lengan pamannya.


Mereka bertiga pulang.


Sementara Dewi Nawang Wulan disuruh Tarub duduk di ruang depan.
Simbok yang melihat Tarub datang tiba tiba ngawe ke arah anaknya itu.


Tarub diajak ke belakang Rumah.
"Rub,kamu jangan kurang ajar yo!"kata simbok sambil mentheleng.
"Opo se mbok?"Tarub bingung
"Rub,kamu ubyak ubyuk sama cah wedok,siapa dia?"
"Anu mbok,,,"Belum selesai Tarub menjawab simbok nggremeng lagi:
"Simbok malu Rub,kamu grudak gruduk sama gadis anak orang."Sambil tetap melotot kepada Tarub.
"Coba,apa kata orang nanti,Tarub belum tutuk sekolah sudah nggandengi cak wedok."
Jaka Tarub masih diam menunggu reda kemarahan simboknya.
"Salah salah Rub,kamiU bisa dituduh dengan dakwaan pasal berlapis,penculikan dan melarikan anak orang."
"Ah,simbok nih nggak gaul."Tarub merengut.
"Ayo,siapa dia,segera antar pulang!"bentak simbok.
"Mbok jangan kenceng kenceng,nanti dia dengar."pinta Tarub.
"Udah deh mbok,simbok tanya saja sendiri sana."kemudian Tarub menuju senthong ngumpet sambil ngintip mbak Dewi.


Simbok cincing cincing seweknya melangkah menuju ruang depan dimana Dewi Nawang Wulan berada.


"UWIH!!!cerita yang sulit nulisnya."penulis membatin sambil ngongkek boyok


Jangan ketinggalan ikuti terus lanjutnya setelah sebelumnya tersisip cerpen: " cerpen Sepenggal kisah."

Selasa, 04 Oktober 2011

CERPEN NYENTRIK

cerpen nyentrik


Dalam kisah: Jaka tarub


episode: 4 (Gadis cantik bidadari


baca kisah sebelumnya: episode 3


Setelah ditinggal pergi saudara saudaranya terbang ke angkasa,gadis cantik yang mirip Luna Maya itu tolah toleh,ngubek ngubek tempat dimana ia menaruh pesawat angkasa yang berupa selendang.
"Oalah dimana se tadi kutaruh,ingatku ndak sampirke di semak itu."gumamnya.


Karena nggak ketemu juga,gadis itu kembali ke dalam telaga,ia menyelam,keluar lagi,berulang ulang.


Jaka Tarub yang ungak anguk di balik pohon sambil clegak cleguk menelan ludah punya ide.


Ia muncul dari balik pohon,pura pura clingak clinguk cari burung.

Gadis itu tidak melihatnya,karena ia di tengah telaga dengan posisi membelakangi.

Jaka Tarub mengambil ketpel di lehernya dan memberinya batu sebesar kepalan dan:"PYOK!!!"batu itu diarahkan ke air di belakang gadis itu.


"AUW!!!"Gadis itu menjerit.
"Waduh,jangan jangan di telaga ini tempat piranha,waduh bisa ludes anu saya dikrikiti piranha."(maksudnya badannya jika ada luka bisa disantap piranha!huh ngeres aja loe!)
"UPS!!"Jaka Tarub pura pura mendongak memandangi pucuk pohon,(padahah matanya nglirik ke tengah telaga.)
Aksi Tarub gagal,gadis itu belum melihatnya.
"PYOKK!!"Aksi berikutnya.


Gadis itu menjerit lagi dan kali ini memandang ke arah Jaka Tarub.

"AUW,,hei kamu,ngintip ya?"teriak gadis itu.
Tarub pura pura tak mendengar,ia mendongak ke atas pura pura nyari burung.
"Hei,kurang ajar!kamu ngintip ya?"
Jaka Tarub menoleh:"Hii!.sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya!(weleh,pura pura,orang jarinya direnggangkan.
"Hei,kamu ngapain di situ?"tanya Tarub sambil membalikkan badan.
"Tolong dong bang,baju saya basah semua,pinjam baju keringnya dong."pinta gadis itu.
"Caranya?"tanya Tarub.
Kemudian gadis itu meminta Tarub meminjamkan kaos Dagadunya.


Tarub melepas kaos kesukaannya,"hem,,,wah boleh juga,badannya kayak Ade Ray."gadis itu membatin.

Sementara Tarub disuruh menjauh dari tempat itu.
Tarub pergi ke balik semak dan gadis itu keluar dari telaga.
Dari tempat sembunyi Tarub ngintip gadis yang sedang ganti pakaian.


"Wauw!"gumam Tarub.(adegan yang diperbolehkan hanya saat Tarub mengucap "Wauw" karena kamera yang telah merekam adegan Gadis cantik ganti pakaian di edit alias disensor oleh BSCN=BADAN SENSOR CERPEN NASIONAL di negara cerpen dunia maya


"Kamu siapa se dik dan darimana?"Tanya Tarub sambil plungkar plungker.
"Aku ini sebenarnya widodari mase,dari kahyangan."jawab gadis itu sambil ndangkluk dan dan jempol kakine dolinan pasir.
"Lho,bidadari kok di bumi,ah yang bener saja?"selidik Tarub,menirikan gaya pak Polisi.
"Iya mas bener,sumprit deh,aku ini bidadari."Gadis itu meyakinkan.
"Namamu siapa dik?"
"Aku Dewi Nawang Wulan."
"Siapa dik,Dewi Sandra?"Tarub yang sebenarnya gemrewel melihat kecantikan bidadari ini mendengarnya Dewi Sandra.
"Dewi Nawang Wulan mas,lha sampean sinten?"
"Aku Jaka Tarub dari desa Dadapan di luar hutan ini."


Dewi Nawang Wulan kemudian bercerita kepada Jaka Tarub bahwa pesawat luar angkasanya hilang jadi ndak iso mulih ke kahyangan.
"Ya Sudah,begini saja,kamu ikut ke rumah saya saja."Ajak Tarub.
Nawang Wulan yang bidadari nurut saja,toh mau pulang gak punya sangu dan di sini ndak sanak ndak kadang


Oalah,,lali rek,,yaopo itu Paman Cungkring yang dibalik batu?


JANGAN KEMANA MANA,kunjungi terus blog ini dan saksikan,,eh baca cerpen cerpennya.(masih sambung ya,,,)

Sabtu, 01 Oktober 2011

cerpen nyentrik Jaka Tarub

serial: Jaka Tarub


episode: 3 (Pesawat UFO)


Baca sebelumnya: episode: 1


Jaka Tarub diliputi kecemasan,pamannya,Cungkring ndak muncul muncul di batu tempat berjanji untuk bertemu.
"Man Cungkriiiiiiing,,,,,."teriaknya berulang ulang.

Akhirnya Jaka Tarub memutuskan untuk menaiki bukit kecil untuk menuju balik bukit itu.


"Oalah Man paman,,orang ditunggu tunggu di sana malah njekethek di situ."batin Jaka Tarub yang melihat pamannya ndhodhok di balik batu besar sambil sesekali melongok .
Ternyata Man Cungkring menuju tepian telaga di balik bukit.
Jaka Tarub mendekati pelan pelan dari belakang.
"Wah,pamanku emang IQ nya lumayan,ndak dapat burung barangkali dapat kijang atau menjangan yang sedang minum di telaga."pikir Tarub.

Tarub melihat ke telaga.
"AUWH,ternyata,pantesan man Cungkring kerasan."pikir Tarub.


"Ups!" setelah dekat Tarub membekap mulut Pamannya,karena ia tahu jika dijawil pasti njoblak.
"Awas Lik,tak kandakke bibik."bisik Tarub.
"Jangan Rub."setelah dilepaskan bekapannya man Cungkring juga berbisik.

Dua orang ini ternyata melihat di telaga bukan binatang binatang yang minum,tapi,,,,hem,,, me,,,melihat wanita wanita cantik yang sedang ciblon.

"Lik,dari desa dekat sini ta gadis gadis itu?"tanya Tarub mengira mungkin mengenalinya.
"Ssst,bukan."Cungkring sambil menempelkan telunjuknya di bibir.

Kemudian Man Cungkring menceritakan sambil bisik bisik dan sesekali melongok ke telaga diikuti jakunnya naik turun.
Menurut Man Cungkring,yang dikira pesawat jatuh itu ternyata pesawat UFO yang turun,setelah menurunkan beberapa pesawat kecil terus melesat terbang ke langit.

Gadis gadis cantik yang semi parno nggak sadar didingkik orang.

"Lik,pesawat kecilnya dimana?"
Man cungkring menunjuk pohon besar di seberang telaga.
Jaka Tarub menuju tempat yang tunjuk Man Cungkring.

Mengendap endap,sesekali dadanya serrr ketika melihat arah telaga.

Tarub clingak clinguk:"Ndak ada apa apa gini,mana pesawatnya?"
"Oalah cuman tumpukan selendang amoh dibilang pesawat."batin Tarub ketika melihat gombyokan selendang cumenthel di semak semak.
Ia dekati selendang itu dan ndudut satu.
"SENGG!"Bau apek!,,hehehe bukan Wuaangi puol.
Jaka Tarub ternyata ndak mengembalikan selendang itu,malah ia gembol di saku jeannya.

Beberapa saat saat berlalu,gadis gadis dalam telaga tampaknya sudah selesai langen dan menuju tempat naruh selendang.

"Dug,dug,dug!"jantung tarub kaya bedug melihat wanita wanita cantik yang ia lihat dari balik pohon.

Masing masing mengambil selendang dan:"Pur,pur,pur."

Ternyata mereka terbang memakai selendang dan menuju angkasa.
Tinggal dua gadis satu Gembrot dan satunya cuantik mirip pemenang kontes miss universal.

"Lho,la selendangku mana?"si cantik tolah toleh nyari selendangnya.
"Tadi ditaruh dimana to dik?"tanya Gembrot.
Keduanya ngubek ubek tempat itu,tapi tidak ketemu.

"Dik ini waktunya sudah hampir habis,bagaimana?"tanya Gembrot.
"Waduh mbakyu,aku gak bisa kembali ke kayangan kalau pesawatku gak ada,mbok saya mbonceng pean saja mbakyu."pinta si cantik.
"Wah ndak bisa dik,sudah dibelikan sendiri sendiri sama rama,lagian badanku gede,jadi nggak muat."jawab Gembrot.

Kemudian Gembrot siap terbang dan "UBUK UBUK." pelan pelan keberatan muatan.

Baru kira kira setinggi pohon kelapa:"auw.auw,auw."tiba tiba pesawat kecil Gembrot yang berupa selendang oleng.
"GROSSAK!"jatuh menimpa dahan dahan dan "BUK",si Gembrot jatuh.
Si Cantik yang sedih karena selendangnya hilang menghampiri Si Gembrot.
"Kenapa mbakyu?"tanya Si Cantik.
"Businya agak ngadat,setengah mati,kemarin lupa ngganti."jawab Gembrot sambil mringis kesakitan.
Setelah mencopot busi dan menggosok dengan amplas serta memasangnya kembali Gembrot yang berlepotan oli melesat ke angkasa.

Si cantik sendirian dan sedih.
Muter muter telaga mencari selendangnya.
Bagaimana kisah selanjutnya?JANGAN KEMANA MANA,tetap kunjungi cerpen dunia maya dan nantikan cerita cerita menarik lainnya.

Kamis, 29 September 2011

Cerpen Nyentrik Jaka Tarub Cerpen Nyentrik Jaka Tarub

episode 2 : PESAWAT JATUH.


Baca sebelumnya episode 1


Jaka Tarub konsentrasi mencari darimana dan apa suara gaduh itu.

Tiba tiba:"Oalah lik Cungkring!Bener katamu,ada hantu!"
"Wis Rub ayo pulang wae,daripada dicucup kuntilanak."Man Cungkring meraba tengkuknya yang merinding.
"Waduh Man,mbak kunti tepat di atas mbunbunan pean,siap nyokot ubun ubun."Jaka Tarub menutup wajahnya.
"Auwh!!!"Man Cungkring menjerit dengan gaya Olga ketika akting terkejut.
"Awas Lik!!!"Teriak Tarub sambil melompat.

Man Cungkring jomblak

Man Cungkring pelan pelan mendongakkan kepalanya.

"Ampun dik Kunti,,,mbak Kun,,,eh kuntilanak,,,jangan dicucup mbumbunan saya,ampun."

"Wo bocah,orang ndak ada apa apa kok jare ada kuntilanak,endi coba?"Man Cungkring tampak lega.
Jaka Tarub kemudian menunjuk ke atas pohon yang tinggi.

"Diamput!Bocah nakut nakutin orang tuwa,omah tawon ngono jare kuntilanak."Gerutu Man Cungkring.
"Hahaha,man paman,sudah tuwa kok penakut."

Di sela sela obrolan mereka seekor burung melintas dan hinggap di sebuah dahan.

"Krak,krak,krak!"Dikokangnya bedil Jaka Tarub dan siap!
"TESS!!,,,PURR!"Kali ini Jaka Tarub meleset.
"Wis jan apes lik Cungkring hari ini."
"Ia,kenapa Rub hari ini kok tembakanmu meleset."jawab Man Cungkring.

Tiba tiba!! Tsinnnng,kratak kratak!!krosak krosak!!! Sesuatu yang besar melintas di atas mereka,mungkin sebesar rumah,menabrak pucuk pucuk pohonan dan mematahkannya.
Tanpa dikomando Jaka Tarub dan Man Cungkring tiarap,persis tentara latihan.
Mereka saling berpandangan.
"Ap,,,? Keduanya hampir bersamaan saling bertanya.
Benda itu bergemuruh mengeluarkan tiupan angin,hingga daun daun bergoyang hebat.Hanya beberapa detik benda itu terlihat dan terdengar,kemudian hilang menjauh dalam rimbun pohon pohon.
Setelah keduanya tenang:
"Wah Rub,jangan jangan pesawat jatuh."kata Man Cungkring teringat tadi mbaca koran.
"Memang Lik Cungkring pernah naik pesawat?"
"Ho ho,saya,,!"Man Cungkring menepuk dadanya.
"Wah,wah,kapan dan kemana Lik,hebat hebat,udah pernah beneran Lik?tanya Tarub.
"Belum."jawab Man Cungkring.
"Brrrr!"Jaka Tarub menggetarkan bibirnya.
"Tapi ada benernya Lik itu mungkin pesawat jatuh."kata Tarub.
"Nah,tadi kan ada berita pesawat jatuh di bukit Bohorok,mungkin terhempas badai sesat Rub."kata Man Cungkring.
"Nesat Lik,bukan Sesat,memang Lik Cungkring tahu darimana?"
"Nonton tivi."jawab Man Cungkring yang suka nonton berita selain OVJ itu.
"Kalau begitu kita cari Rub,barangkali benar pesawat jatuh,kita tolong penumpangnya."Kata man Cungkring.
Kemudian mereka memutuskan mengambil jalur berbeda,menuju arah jatuhnya pesawat.
Mereka mempersiapkan bekal masing masing menjadi tim SAR,kebetulan Jaka Tarub dulu aktif di PRAMUKA.
Mereka berjanji bertemu di sebuah batu besar di selatan bukit kecil. Satu jam mereka menelusuri jalur masing masing.
"Nggak ada apa apa,hem apa ya yang tadi." batin Jaka Tarub.
Jaka tarub muter jalurnya,tapi gak ketemu tanda tanda ada sesuatu terjadi.
Tengah hari sudah,Tarub mendekati batu pertemuan dengan man Cungkring.
"Lama bener man Cungkring,jangan jangan tersesat."batinnya.
"Man,man Cungkring,kring kring kring!"panggil tarub yang bunyinya menggema seperti echo cho cho!
Hampir satu jan Tarub menunggu Pamannya namun tidak datang juga.
"Waduh Lik jangan jangan kamu tersesat."Jaka Tarub mulai cemas.
"Mana di sini masih hutan liar,banyak ular dan binatang buas lainnya,jangan jangan kamu ditelan ular bulat bulat lik tubuhmu yang cungkring."Tarub nggremeng sendirian sambil melirik penulis.
"Kurang ajar kamu Rub,ngomong Cungkring sambil ngelirik saya!"gertu penulis cerita.(sambung)

Barangkali kita bisa saling menginspirasi,mohon bila coppy paste sertakan link ke blog ini dan tulis pengarangnya.Terimakasih sahabat cerpen dunia maya