Translate

Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

cerpen nyentrik Jaka Tarub

serial: Jaka Tarub


episode: 3 (Pesawat UFO)


Baca sebelumnya: episode: 1


Jaka Tarub diliputi kecemasan,pamannya,Cungkring ndak muncul muncul di batu tempat berjanji untuk bertemu.
"Man Cungkriiiiiiing,,,,,."teriaknya berulang ulang.

Akhirnya Jaka Tarub memutuskan untuk menaiki bukit kecil untuk menuju balik bukit itu.


"Oalah Man paman,,orang ditunggu tunggu di sana malah njekethek di situ."batin Jaka Tarub yang melihat pamannya ndhodhok di balik batu besar sambil sesekali melongok .
Ternyata Man Cungkring menuju tepian telaga di balik bukit.
Jaka Tarub mendekati pelan pelan dari belakang.
"Wah,pamanku emang IQ nya lumayan,ndak dapat burung barangkali dapat kijang atau menjangan yang sedang minum di telaga."pikir Tarub.

Tarub melihat ke telaga.
"AUWH,ternyata,pantesan man Cungkring kerasan."pikir Tarub.


"Ups!" setelah dekat Tarub membekap mulut Pamannya,karena ia tahu jika dijawil pasti njoblak.
"Awas Lik,tak kandakke bibik."bisik Tarub.
"Jangan Rub."setelah dilepaskan bekapannya man Cungkring juga berbisik.

Dua orang ini ternyata melihat di telaga bukan binatang binatang yang minum,tapi,,,,hem,,, me,,,melihat wanita wanita cantik yang sedang ciblon.

"Lik,dari desa dekat sini ta gadis gadis itu?"tanya Tarub mengira mungkin mengenalinya.
"Ssst,bukan."Cungkring sambil menempelkan telunjuknya di bibir.

Kemudian Man Cungkring menceritakan sambil bisik bisik dan sesekali melongok ke telaga diikuti jakunnya naik turun.
Menurut Man Cungkring,yang dikira pesawat jatuh itu ternyata pesawat UFO yang turun,setelah menurunkan beberapa pesawat kecil terus melesat terbang ke langit.

Gadis gadis cantik yang semi parno nggak sadar didingkik orang.

"Lik,pesawat kecilnya dimana?"
Man cungkring menunjuk pohon besar di seberang telaga.
Jaka Tarub menuju tempat yang tunjuk Man Cungkring.

Mengendap endap,sesekali dadanya serrr ketika melihat arah telaga.

Tarub clingak clinguk:"Ndak ada apa apa gini,mana pesawatnya?"
"Oalah cuman tumpukan selendang amoh dibilang pesawat."batin Tarub ketika melihat gombyokan selendang cumenthel di semak semak.
Ia dekati selendang itu dan ndudut satu.
"SENGG!"Bau apek!,,hehehe bukan Wuaangi puol.
Jaka Tarub ternyata ndak mengembalikan selendang itu,malah ia gembol di saku jeannya.

Beberapa saat saat berlalu,gadis gadis dalam telaga tampaknya sudah selesai langen dan menuju tempat naruh selendang.

"Dug,dug,dug!"jantung tarub kaya bedug melihat wanita wanita cantik yang ia lihat dari balik pohon.

Masing masing mengambil selendang dan:"Pur,pur,pur."

Ternyata mereka terbang memakai selendang dan menuju angkasa.
Tinggal dua gadis satu Gembrot dan satunya cuantik mirip pemenang kontes miss universal.

"Lho,la selendangku mana?"si cantik tolah toleh nyari selendangnya.
"Tadi ditaruh dimana to dik?"tanya Gembrot.
Keduanya ngubek ubek tempat itu,tapi tidak ketemu.

"Dik ini waktunya sudah hampir habis,bagaimana?"tanya Gembrot.
"Waduh mbakyu,aku gak bisa kembali ke kayangan kalau pesawatku gak ada,mbok saya mbonceng pean saja mbakyu."pinta si cantik.
"Wah ndak bisa dik,sudah dibelikan sendiri sendiri sama rama,lagian badanku gede,jadi nggak muat."jawab Gembrot.

Kemudian Gembrot siap terbang dan "UBUK UBUK." pelan pelan keberatan muatan.

Baru kira kira setinggi pohon kelapa:"auw.auw,auw."tiba tiba pesawat kecil Gembrot yang berupa selendang oleng.
"GROSSAK!"jatuh menimpa dahan dahan dan "BUK",si Gembrot jatuh.
Si Cantik yang sedih karena selendangnya hilang menghampiri Si Gembrot.
"Kenapa mbakyu?"tanya Si Cantik.
"Businya agak ngadat,setengah mati,kemarin lupa ngganti."jawab Gembrot sambil mringis kesakitan.
Setelah mencopot busi dan menggosok dengan amplas serta memasangnya kembali Gembrot yang berlepotan oli melesat ke angkasa.

Si cantik sendirian dan sedih.
Muter muter telaga mencari selendangnya.
Bagaimana kisah selanjutnya?JANGAN KEMANA MANA,tetap kunjungi cerpen dunia maya dan nantikan cerita cerita menarik lainnya.

Kamis, 29 September 2011

Cerpen Nyentrik Jaka Tarub Cerpen Nyentrik Jaka Tarub

episode 2 : PESAWAT JATUH.


Baca sebelumnya episode 1


Jaka Tarub konsentrasi mencari darimana dan apa suara gaduh itu.

Tiba tiba:"Oalah lik Cungkring!Bener katamu,ada hantu!"
"Wis Rub ayo pulang wae,daripada dicucup kuntilanak."Man Cungkring meraba tengkuknya yang merinding.
"Waduh Man,mbak kunti tepat di atas mbunbunan pean,siap nyokot ubun ubun."Jaka Tarub menutup wajahnya.
"Auwh!!!"Man Cungkring menjerit dengan gaya Olga ketika akting terkejut.
"Awas Lik!!!"Teriak Tarub sambil melompat.

Man Cungkring jomblak

Man Cungkring pelan pelan mendongakkan kepalanya.

"Ampun dik Kunti,,,mbak Kun,,,eh kuntilanak,,,jangan dicucup mbumbunan saya,ampun."

"Wo bocah,orang ndak ada apa apa kok jare ada kuntilanak,endi coba?"Man Cungkring tampak lega.
Jaka Tarub kemudian menunjuk ke atas pohon yang tinggi.

"Diamput!Bocah nakut nakutin orang tuwa,omah tawon ngono jare kuntilanak."Gerutu Man Cungkring.
"Hahaha,man paman,sudah tuwa kok penakut."

Di sela sela obrolan mereka seekor burung melintas dan hinggap di sebuah dahan.

"Krak,krak,krak!"Dikokangnya bedil Jaka Tarub dan siap!
"TESS!!,,,PURR!"Kali ini Jaka Tarub meleset.
"Wis jan apes lik Cungkring hari ini."
"Ia,kenapa Rub hari ini kok tembakanmu meleset."jawab Man Cungkring.

Tiba tiba!! Tsinnnng,kratak kratak!!krosak krosak!!! Sesuatu yang besar melintas di atas mereka,mungkin sebesar rumah,menabrak pucuk pucuk pohonan dan mematahkannya.
Tanpa dikomando Jaka Tarub dan Man Cungkring tiarap,persis tentara latihan.
Mereka saling berpandangan.
"Ap,,,? Keduanya hampir bersamaan saling bertanya.
Benda itu bergemuruh mengeluarkan tiupan angin,hingga daun daun bergoyang hebat.Hanya beberapa detik benda itu terlihat dan terdengar,kemudian hilang menjauh dalam rimbun pohon pohon.
Setelah keduanya tenang:
"Wah Rub,jangan jangan pesawat jatuh."kata Man Cungkring teringat tadi mbaca koran.
"Memang Lik Cungkring pernah naik pesawat?"
"Ho ho,saya,,!"Man Cungkring menepuk dadanya.
"Wah,wah,kapan dan kemana Lik,hebat hebat,udah pernah beneran Lik?tanya Tarub.
"Belum."jawab Man Cungkring.
"Brrrr!"Jaka Tarub menggetarkan bibirnya.
"Tapi ada benernya Lik itu mungkin pesawat jatuh."kata Tarub.
"Nah,tadi kan ada berita pesawat jatuh di bukit Bohorok,mungkin terhempas badai sesat Rub."kata Man Cungkring.
"Nesat Lik,bukan Sesat,memang Lik Cungkring tahu darimana?"
"Nonton tivi."jawab Man Cungkring yang suka nonton berita selain OVJ itu.
"Kalau begitu kita cari Rub,barangkali benar pesawat jatuh,kita tolong penumpangnya."Kata man Cungkring.
Kemudian mereka memutuskan mengambil jalur berbeda,menuju arah jatuhnya pesawat.
Mereka mempersiapkan bekal masing masing menjadi tim SAR,kebetulan Jaka Tarub dulu aktif di PRAMUKA.
Mereka berjanji bertemu di sebuah batu besar di selatan bukit kecil. Satu jam mereka menelusuri jalur masing masing.
"Nggak ada apa apa,hem apa ya yang tadi." batin Jaka Tarub.
Jaka tarub muter jalurnya,tapi gak ketemu tanda tanda ada sesuatu terjadi.
Tengah hari sudah,Tarub mendekati batu pertemuan dengan man Cungkring.
"Lama bener man Cungkring,jangan jangan tersesat."batinnya.
"Man,man Cungkring,kring kring kring!"panggil tarub yang bunyinya menggema seperti echo cho cho!
Hampir satu jan Tarub menunggu Pamannya namun tidak datang juga.
"Waduh Lik jangan jangan kamu tersesat."Jaka Tarub mulai cemas.
"Mana di sini masih hutan liar,banyak ular dan binatang buas lainnya,jangan jangan kamu ditelan ular bulat bulat lik tubuhmu yang cungkring."Tarub nggremeng sendirian sambil melirik penulis.
"Kurang ajar kamu Rub,ngomong Cungkring sambil ngelirik saya!"gertu penulis cerita.(sambung)

Barangkali kita bisa saling menginspirasi,mohon bila coppy paste sertakan link ke blog ini dan tulis pengarangnya.Terimakasih sahabat cerpen dunia maya