Translate

Tampilkan postingan dengan label cerpen jaka tarub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen jaka tarub. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

CERPEN NYENTRIK

cerpen nyentrik: Jaka Tarub episode 7 ( Mbok Rondho Dadapan mantu).
Baca kisah sebelumnya: episode 6

Setelah akhirnya Dewi Nawang Wulan menerima lamaran Jaka Tarub dengan
syarat jika pesawat angkasanya yang berupa selendang ditemukan,ia
harus diijinkan pulang ke negaranya kahyangan.

Tentu saja Tarub harus bersedia membelikan tiket pesawat,mengurus
paspor dan harus membayar gaji Nawang Wulan selama ikut Jaka Tarub.

Acara perhelatan pernikahan siap dilaksanakan.

"Wah Rub,kamu tinggal setengah bulan lagi rabi,mau ditanggapke opo
Rub?"Tanya Man Cungkring pada Tarub ponakan yang amat dikasihinya.
"Hemm,apa ya Lik,,apa enaknya ngundang Sodik dan MONATA nya?"Usul
Tarub yang memang seneng Dangdutan.
"Wah jangan Rub,nanti kita harus tambah biaya sewa keamanan
rangkap,soale kalau bocah kene ditanggapke dangdut kadang gelutan."
"Opo Didi Kempot wae Rub?"lanjut Man Cungkring yang suka campursari.
"Wah,kalau Didi Kempot belum tentu bisa Man,soalnya dia sering job
ke Suriname."Tarub menyahut sambil membatin:"Pancen senenganmu Man."
"Lik cungkring,mas Tarub,mbok nanti pernikahanku dengan mas Tarub
ngundang Ayu Ting Ting saja." tiba tiba Nawang Wulan mbejedul sambil
membawa dua cangkir kopi plus telo untuk Tarub dan Pamannya.
"SETUJU...!"seperti paduan suara Cungkring dan Tarub bengok bengok.
"Paman dan keponakan podo podo ra mbeneh!" simbok muncul sambil
nambah telo goreng yang diludeskan Man Cungkring.
"Ra mbeneh piye to Yu,anakmu mung siji,kalau nikahnya rame rame kan
wajar to?"cungkring semaur
"Nanggap nanggap,rame rame,duwite kowe po yang mbayari?

Akhirnya perayaan nikah Tarub dan Nawang Wulan tiba.
Nanggap hiburan sound system, iuran para anggota KARANGTARUNA dimana
Tarub aktif berorganisasi.
Dewi Nawang Wulan dan Jaka Tarub nrimo hanya ditanggapke Tape
recorder dengan corong kukusan.
"Yah, ntar hasil orang orang nyumbang,ndak usah mbayar hiburan ya
dik,bisa untuk yang lain."bisik Tarub pada Wulan saat duduk diatas
kuade.
"Inggih mas,bisa buat beli motor,daripada nanti kredit."balas Wulan
sambil menoleh penulis.
"Opo Lan Wulan,ngomong kredit kok ngeliat aku?"tanya penulis.
"Nggak apa apa Mas Penulis."Wulan sambil menggeleng.
"wo kamu,nggak tahu,di pasang iklan dibawah buat nambahin mbayar
kreditan plus ganti biaya ngenet."Penulis melotot.

Wulan yang melihat penulis melotot dan merengut,nyahut tangan Jaka
Tarub dan menggenggamya,sambil mimiknya ngiming iming.

"Dimana akan kucari,aku menangiiis seorang diri,hatiku selalu ingin
bertemu,untukmu aku bernyanyi." tiba tiba suara sound system yang
mustinya Kebo Giro terputar lagu kenangan.Tukang putar CD nya salah
ambil.

Jaka Tarub tanpa sadar prembik prembik sambil meneteskan airmata.
"Mas ada apa?"tanya Wulan dengan mesra sambil ngelus kepala Tarub.

"Aku ingat bapak dik."jawab Tarub sambil ndangkluk lemes ingat
bapaknya yang meninggal sejak ia bayi.
"Sudah mas,jangan sedih,,kok kalah sama aku,rabi ndak ditungguin
siapa siapa tetep happy."Wulan menasehati Tarub sambil mengencangkan
genggaman tangannya.
"Awas mas,kalau nanti malam lemes ndak bisa assolole tak jewer
kupingmu."ancam Wulan.
Mendengar kata asolole Tarub langsung njenggelek tegak sambil ngusap
luh neng pipine.

"Uokey dik Wulan,aku siap assolole nanti malam,sudah minum rasa rosa."
"Mas Tarub,pelan pelan ngomongnya dilihat para tamu."Wulan membekap
mulut Tarub.
"Maksud saya,nanti malam mas Tarub harus mbantuin aku mbukak kado
kado dan nyatet dari siapa saja,biar Wulan gak capek."Lanjut Dewi
Nawang Wulan.
"...jiaahhh,Rub Tarub,,loe kirain assolole ngapain?

Jaka tarub,kembali nglumbruk dan prembik prembik.

Sekian dulu,nantikan kelanjutannya dan baca juga cerpen
lainnya.SUGENG MAKARYO,SEMOGA SUKSES untuk sahabat cerpen dunia maya

--
Dikirim dari perangkat seluler saya

Rabu, 12 Oktober 2011

cerpen nyentrik

cerpen yentrik: Jaka Tarub episode 6 (Tarub nglamar dik Wulan)


baca cerita sebelumnya: episode 5


Setelah simboknya Tarub yang janda itu mendengar kisah sedih Dewi Nawang Wulan yang telah kehilangan pesawat dan berasal dari negeri nun jauh Kahyangan akhirnya tidak jadi marah,malah menyuruh gendhuk Wulan tinggal di rumahnya.


Akhir akhir ini semenjak mbak Wulan tinggal di rumahnya,Tarub jadi malas pergi ke hutan mencari burung.
Sekaran sering ngglibet di rumah dolinan gitar.


"Coba lihat aku,dan jawab pertanyaanku,mau dibawa kemana hubungan kita."Tarub loak laok menyanyikan lagunya ARMADA sambil nggenjreng gitarnya.
Suaranya memang bagus sih,dulu Tarub pernah jadi finalis nyanyi dicerpen Idol.


Dewi Nawang Wulan yang mendengar lagu lagu tarub geleng geleng sambil narik nafas panjang.


"Rub,Tarub sebenarnya aku ini pantesnya nenek buyutmu,orang aku ini umur sudah ratusan tahun."Batin mbak Wulan yang merasa lagu itu sebenarnya untuknya.


"Mas Tarub,kamu sekarang kok jadi malas nyari burung,ada apa?"Mbak Wulan membuka pembicaraan.
" Ah,gak ada apa apa kok dik Wulan."Jawab Tarub malu malu dan gemeter didekati Wulan.
"Yang bener mas,nggak usah ditutupi,aku kan sudah jadi keluarga mas Tarub."tanya mbak Wulan dengan mimik luwesnya.
"Begini lho dik Wulan..."Tarub plenthas plenthus memberanikan diri.
"Kenapa sih mas kok gak dilanjutin."


"Assolole!!"tiba tiba man Cungkring muncul,
Tarub dan Wulan jondhil.
"Ah,man Cungkring kaya nggak pernah muda saja."serbu Tarub,sementara Wulan ndangkluk malu.
"Opo to Kring,kok umek?"tiba tiba simbok juga bergabung.


"Rub dan Wulan,sebenarnya simbok dan man Cungkring sudah tahu apa keinginan Tarub." kata simbok.
"Sebenarnya Tarub itu suka sama kamu ndhuk Wulan."simbok melanjutkan.
"Ah simbok,malu dong."Tarub plungkar plungker,meski hatinya senang,soalnya mau ngomong sendiri blangkemen
"Sudah Rub,di jamanmu belum ada pacaran,lagipula aku dan pamanmu Cungkring tetap mengawasi kamu dan Wulan,sebagai kewajiban kami sebagai orangtua."kata simbok.
Tarub dan Wulan diam dan menunduk mendengar kata kata simbok.


"Wulan,bagaimana,jika kamu tak jodohkan sama Tarub."tanya simbok.
"Begini mbok,saya mau jika nanti diperistri mas Tarub."jawab Wulan yang memang juga ada rasa sama Tarub yang kegantengannya cuma beda sedikit dengan dewa Kumajaya dan punya pipi yang dekik kayak Afgan.
"Tapi aku ada perjanjian,jika nanti pesawatku ketemu,aku akan pulang ke rumah orang tuaku,eh negeriku."Wulan melanjutkan sambil cengengesan


Sampai di sini dulu,nantikan kelanjutan cerpen nyentrik Jaka Tarub,episode yang akan datang: Ilmu sulap Nawang Wulan ajaran mbah Tarno gagal dimainkan karena dibuka pesulap bertopeng.

Sabtu, 08 Oktober 2011

CERPEN NYENTRIK

cerpen nyentrik: Jaka Tarub


episode 5 : (Simbok muring muring)


Baca kisah sebelumnya : episode 4


Setelah Dewi nawang Wulan bersedia diajak pulang ke rumah Tarub,mereka menghampiri Man Cungkring yang tadi di seberang telaga.


"Oalah Man,kok ya bisa nglakoni."kata Tarub yang melihat pamannya ternyata tidur nyenden batu dan bibir ndoweh
"Siapa sih mas orang kurang gisi itu?"Tanya Dewi Nawang Wulan yang juga melihat paman Cungkring yang memang Cungkring."
"Dia pamanku Dik Wulan."
"Orang kok garing,waktu kecil gak pernah diajak ke posyandu kali mas."timpal Dewi Nawang.
Tarub tiba tiba ngelirik penulis.
Penulis merasa gak enak dengan lirikan Tarub,diacungkan kepalan ke arah Tarub:"awas koen Rub"!


"Man,bangun,ayo pulang."Tarub membangunkan Man Cungkring sambil nepuk pundak pamannya itu.
"A,u,aa,lha."Paman Cungkring masih bengong.
"Kelamaan Man!"Tarub kemudian menarik lengan pamannya.


Mereka bertiga pulang.


Sementara Dewi Nawang Wulan disuruh Tarub duduk di ruang depan.
Simbok yang melihat Tarub datang tiba tiba ngawe ke arah anaknya itu.


Tarub diajak ke belakang Rumah.
"Rub,kamu jangan kurang ajar yo!"kata simbok sambil mentheleng.
"Opo se mbok?"Tarub bingung
"Rub,kamu ubyak ubyuk sama cah wedok,siapa dia?"
"Anu mbok,,,"Belum selesai Tarub menjawab simbok nggremeng lagi:
"Simbok malu Rub,kamu grudak gruduk sama gadis anak orang."Sambil tetap melotot kepada Tarub.
"Coba,apa kata orang nanti,Tarub belum tutuk sekolah sudah nggandengi cak wedok."
Jaka Tarub masih diam menunggu reda kemarahan simboknya.
"Salah salah Rub,kamiU bisa dituduh dengan dakwaan pasal berlapis,penculikan dan melarikan anak orang."
"Ah,simbok nih nggak gaul."Tarub merengut.
"Ayo,siapa dia,segera antar pulang!"bentak simbok.
"Mbok jangan kenceng kenceng,nanti dia dengar."pinta Tarub.
"Udah deh mbok,simbok tanya saja sendiri sana."kemudian Tarub menuju senthong ngumpet sambil ngintip mbak Dewi.


Simbok cincing cincing seweknya melangkah menuju ruang depan dimana Dewi Nawang Wulan berada.


"UWIH!!!cerita yang sulit nulisnya."penulis membatin sambil ngongkek boyok


Jangan ketinggalan ikuti terus lanjutnya setelah sebelumnya tersisip cerpen: " cerpen Sepenggal kisah."

Selasa, 04 Oktober 2011

CERPEN NYENTRIK

cerpen nyentrik


Dalam kisah: Jaka tarub


episode: 4 (Gadis cantik bidadari


baca kisah sebelumnya: episode 3


Setelah ditinggal pergi saudara saudaranya terbang ke angkasa,gadis cantik yang mirip Luna Maya itu tolah toleh,ngubek ngubek tempat dimana ia menaruh pesawat angkasa yang berupa selendang.
"Oalah dimana se tadi kutaruh,ingatku ndak sampirke di semak itu."gumamnya.


Karena nggak ketemu juga,gadis itu kembali ke dalam telaga,ia menyelam,keluar lagi,berulang ulang.


Jaka Tarub yang ungak anguk di balik pohon sambil clegak cleguk menelan ludah punya ide.


Ia muncul dari balik pohon,pura pura clingak clinguk cari burung.

Gadis itu tidak melihatnya,karena ia di tengah telaga dengan posisi membelakangi.

Jaka Tarub mengambil ketpel di lehernya dan memberinya batu sebesar kepalan dan:"PYOK!!!"batu itu diarahkan ke air di belakang gadis itu.


"AUW!!!"Gadis itu menjerit.
"Waduh,jangan jangan di telaga ini tempat piranha,waduh bisa ludes anu saya dikrikiti piranha."(maksudnya badannya jika ada luka bisa disantap piranha!huh ngeres aja loe!)
"UPS!!"Jaka Tarub pura pura mendongak memandangi pucuk pohon,(padahah matanya nglirik ke tengah telaga.)
Aksi Tarub gagal,gadis itu belum melihatnya.
"PYOKK!!"Aksi berikutnya.


Gadis itu menjerit lagi dan kali ini memandang ke arah Jaka Tarub.

"AUW,,hei kamu,ngintip ya?"teriak gadis itu.
Tarub pura pura tak mendengar,ia mendongak ke atas pura pura nyari burung.
"Hei,kurang ajar!kamu ngintip ya?"
Jaka Tarub menoleh:"Hii!.sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya!(weleh,pura pura,orang jarinya direnggangkan.
"Hei,kamu ngapain di situ?"tanya Tarub sambil membalikkan badan.
"Tolong dong bang,baju saya basah semua,pinjam baju keringnya dong."pinta gadis itu.
"Caranya?"tanya Tarub.
Kemudian gadis itu meminta Tarub meminjamkan kaos Dagadunya.


Tarub melepas kaos kesukaannya,"hem,,,wah boleh juga,badannya kayak Ade Ray."gadis itu membatin.

Sementara Tarub disuruh menjauh dari tempat itu.
Tarub pergi ke balik semak dan gadis itu keluar dari telaga.
Dari tempat sembunyi Tarub ngintip gadis yang sedang ganti pakaian.


"Wauw!"gumam Tarub.(adegan yang diperbolehkan hanya saat Tarub mengucap "Wauw" karena kamera yang telah merekam adegan Gadis cantik ganti pakaian di edit alias disensor oleh BSCN=BADAN SENSOR CERPEN NASIONAL di negara cerpen dunia maya


"Kamu siapa se dik dan darimana?"Tanya Tarub sambil plungkar plungker.
"Aku ini sebenarnya widodari mase,dari kahyangan."jawab gadis itu sambil ndangkluk dan dan jempol kakine dolinan pasir.
"Lho,bidadari kok di bumi,ah yang bener saja?"selidik Tarub,menirikan gaya pak Polisi.
"Iya mas bener,sumprit deh,aku ini bidadari."Gadis itu meyakinkan.
"Namamu siapa dik?"
"Aku Dewi Nawang Wulan."
"Siapa dik,Dewi Sandra?"Tarub yang sebenarnya gemrewel melihat kecantikan bidadari ini mendengarnya Dewi Sandra.
"Dewi Nawang Wulan mas,lha sampean sinten?"
"Aku Jaka Tarub dari desa Dadapan di luar hutan ini."


Dewi Nawang Wulan kemudian bercerita kepada Jaka Tarub bahwa pesawat luar angkasanya hilang jadi ndak iso mulih ke kahyangan.
"Ya Sudah,begini saja,kamu ikut ke rumah saya saja."Ajak Tarub.
Nawang Wulan yang bidadari nurut saja,toh mau pulang gak punya sangu dan di sini ndak sanak ndak kadang


Oalah,,lali rek,,yaopo itu Paman Cungkring yang dibalik batu?


JANGAN KEMANA MANA,kunjungi terus blog ini dan saksikan,,eh baca cerpen cerpennya.(masih sambung ya,,,)

Barangkali kita bisa saling menginspirasi,mohon bila coppy paste sertakan link ke blog ini dan tulis pengarangnya.Terimakasih sahabat cerpen dunia maya