Translate

Tampilkan postingan dengan label cerpen dunia maya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen dunia maya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

cerpen Sepenggal kisah

cerpen


Meski Ikem menikah dengan Yo karena dijodohkan,iya sangat mencintai suaminya.


Pengabdian sebagai seorang istri diberikan seutuhnya kepada Yo,suaminya.


"BRAKK!!"Suatu malam ketika Ikem dan Yo sedang tidur,pintu rumah didobrak.
"Yo,yang namanya Yoyo keluar!"teriak seseorang dari ruang depan.
"Siapa ya?"Ikem yang terbangun keluar kamar sambil menggendong Milah,anaknya yang nomer dua yang masih berusia tiga tahun.
"Yoyo,suamimu mana,suruh keluar!"bentak lelaki tinggi besar yang ternyata di belakangnya ada beberapa orang yang mengikuti.
"Ada apa pak mencari suamiku?"Tanya Ikem yang mulai takut atas kekasaran orang itu.
"Banyak omong!"bentak lelaki itu sambil mendorong Ikem dan berjalan menuju ruang tengah.


Lelaki sangar itu kemudian masuk kamar dimana Yoyo berada.


Tetapi Yo tidak ada,hanya anak laki laki Ikem yang berumur lima tahun yang sedang tidur di dipan.


Lelaki itu matanya jelalatan ke sana kemari mencari Yo,yang kemudian menemukan Yo dibawah dipan.


"Ayo keluar!"lelaki itu membentak sambil menarik Yo keluar.


Yo kemudian diseret keluar dan terus dibawa lelaki itu bersama teman temannya.


Yo sempat melihat Ikem,seperti meminta pertolongan agar ia tidak dibawa lelaki itu.
Tapi ikem tidak bisa berbuat apa apa.


Peristiwa yang sangat lekat dalam ingatan Ikem.


Berhari hari,berbulan bulan bahkan sampai tiga tahun Yo suaminya tidak pernah pulang.


Ikem dan keluarganya menyatakan Yo meninggal diculik orang,demikian juga keluarga Yoyo,setelah beberapa tahun Yo tidak pulang.


Setiap tahun keluarga Ikem dan Yo mengadakan selamatan dan doa diperuntukkan Yoyo.


"Nanti malam selamatan untukmu mas Yo."batin Ikem ketika ia memasak untuk selamatan suaminya nanti malam.


Tiba tiba hati Ikem sangat merindukan suaminya,dan teringat betapa memelasnya ketika suaminya menatap dirinya waktu diseret lelaki itu.Hatinya gelisah mengingat peristiwa sekitar limabelas tahun itu.


Bahkan selama itu Ikem tetap menjanda karena cinta yang mendalam kepada Yo suaminya.


"Permisi."tiba tiba Ikem dikejutkan ketukan pintu dan salam seseorang.
Ia tidak melihat kehadiran orang itu di halaman rumah.


"Mari silahkan masuk."Ikem mempersilahkan masuk tamunya.


Setelah mempersilahkan duduk tamunya Ikem menanyai tamu yang tidak dikenalnya.


"Siapa ya pak dan bapak dari mana?"
"Apakah kamu lupa Kem?"tanya lelaki yang ditemani anak kecil itu.
Kemudian Ikem mengingat ingat siapa tamunya ini.


"Oh,mas Yo!"pekiknya.
"Iya Kem,aku suamimu Yoyo."


Ikem tidak bisa menggambarkan perasaannya antara senang dan tidak percaya.
"Mas,anak kecil ini siapa?"tanya Ikem.
"Maaf ya Kem,ini anak saya."jawab lelaki itu.


Meski terkejut Ikem tidak menampakkannya,suami yang dinyatakan meninggal kini datang dan telah menikah dan punya anak.


Yoyo kemudian menceritakan bahwa orang yang membawanya dulu adalah orang orang yang dinyatakan gerombolan PKI.
Yo tidak dibunuh dan dilepaskan.
Karena ia dalam ketakutan Yo melarikan diri ke Kalimantan.
Beberapa tahun kemudian ia menikah di sana dan kemudian mempunyai tiga anak dan yang ing yang paling kecil.


Meski Ikem masih mencintai Yoyo,tapi ia tidak mau rujuk dengannya,ia tidak mau menyakiti hati perempuan yang sekarang menjadi istri suaminya yang pernah dianggap meninggal.


(nama,tempat,kejadian yang sama bukan unsur sengaja)

Kamis, 22 September 2011

NUSTRADEMOS ANONAMEOS

cerpen:


Insiden kecil terjadi,hampir saja si Joko ditonjok sama Gendut.Untung segera dilerai mas Gondrong.

"Sudah Ndut,apaan sih,begitu aja."kata Mas Gondrong sambil memegang Gendut.
"Nih bocah kurang ajar banget,ndak sopan!"Gendut masih nampak emosi,mukanya merah padam dan manyun.
Joko juga tampak marah,tapi ia menyadari telah berbuat salah,lagian orang orang di warung menggerutu padanya.

Bermula sejam yang lalu,Gondrong dan Gendut datang ke warung untuk makan siang.Dua mahasiswa ini jika istirahat pasti nyangkruk ngopi di warung yang juga langgananku.

"Man,pak de Pardi sudah datang belum?"Gondrong menanyaiku.

"Belum mas,mungkin potong rambutnya rame."
"Tu dia."kata Gendut yang melihat pak de Pardi datang.
"Ada apa nak Gendut?"tanya pak De Pardi.
"Tuh pak de dicari Gondrong."

"Biasa pak de,dongengnya ditunggu."Gondrong menyahut.

Gondrong selalu meminta pak de Pardi bercerita tentang filsafat jawa atau ramalan ramalan dan unen unen kuno.
Dan Gondrong pasti bisa bisa saja menggabungkan dengan keadaan sekarang.
Seperti kemarin pak de Pardi menceritakan.

"Nak Gondrong,kata orang orang tua besok kalau ada rejaning jaman ,pasar ilang kumandange
"Apa artinya pak de?"sela Gendut yang tidak bisa bahasa jawa.
"Besok kalau jaman ramai atau maju pasar sudah gak kedengeran gaungnya."jawab pak de Pardi.

Gondrong seperti orang berfikir dan tiba tiba:"Sudah terbukti pak De!"
"Maksud nak Gondrong?
"Bagaimana gak kehilangan gema dan gaungnya pak De,orang di sekitar pasar banyak gedung tinggi,rumah rumah padat.Kalau dulu belum ada gedung pak de,jadi meskipun satu kilo bisa terdengar ramainya pasar."jawab Gondrong.

Gendut manggut manggut.
"Ah bisa saja mas Gondrong."kataku.

Kali ini pak De Pardi mengatakan:"Nak Gondrong,kata orang orang tua,besok kalau ada rejaning jaman ana suara ora ana rupa,maksudnya ada suara gak ada wujudnya."

Tiba tiba orang orang di warung dikejutkan dering handphone Gendut.
Gendut keluar warung untuk mengangkat hanphonenya.

"Nah,ini dia pak De sudah ketemu maksudnya!" tiba tiba mas Gondrong berkata sedikit menyentak.
"Apa mas Gondrong,bikin terkejut saja."kataku.

"Ha ha ha,itu dia!"Mas Gondrong menunjuk hanphone Gendut yang akan dimasukkan saku.
"Itu kan ada suara gak ada rupanya,karena handphone Gendut bukan 3G."seloroh mas Gondrong.
"Itu juga."mas Gendut menuding radio pemilik warung.

"Pak De,sebenarnya siapa yang membuat unen unen berbau ramalan itu?"Tiba tiba mas Gondrong bertanya.
"Wah,aku nggak tahu nak Gondrong,orang itu kata orang tua."

"Wah kamu tidak tahu Ndrong,itu yang ngramal Nustrademos Anonameos."Canda Gendut.

Tiba tiba Joko yang dekat Gendut nyeletuk:"Ini ada suara gak ada wujudnya."Dan:"THUUUT!!"Joko kentut dibuat buat.
Orang di warung menggerutu dan Gendut yang makan di sebelahnya marah dan hampir memukulnya.



cerpen nyantai by: Cerpen Dunia Maya.

Senin, 25 Juli 2011

Tito Hilang

Tito hilang!Ya anak mbak Lastri Tito yang berumur empat tahun hilang.

Orang orang datang ke rumah mbak Lastri setelah mendengar jeritan
dan teriakannya.

"Ada apa Tri,teriak teriak?"tanya pak Antan.
"Tito hilang pak."Jawab mbak Lastri.
"Maksudnya?Tanya mas Didin.
"Sejak maghrib tadi Tito gak ada dan gak pulang."Jawab mbak Lastri.
"Tadi sebelum maghrib dia keluar rumah,tapi sampai sekarang belum
pulang."Lanjut mbak Lastri.

Orang semakin banyak yang datang.
Entah atas ide siapa,kemudian mereka mengambil peralatan peralatan dapur.
Ada yang membawa piring dan sendok,nyiru dan alu juga ada yang bawa linggis.
Peralatan peralatan itu dipukul pukul sambil
berteriak:"Tito,Tito,kamu di mana nak?"
Itu cara memanggil orang bila disembunyikan hantu...?

Orang orang mendatangi tempat tempat sekitar yang dianggap wingit.
Mereka menyebar,ada yang ke pohon randu besar dekat lapangan dan ada
yang mencari di kuburan cina.

Pencarian dari jam tujuh sampai jam sebelas malam tidak membuahkan
hasil,sebagian dari mereka pulang,hanya beberapa orang mampir ketempat
mbak Lastri menghiburnya.
"Sudahlah,besok juga akan dikembalikan sama Gendruwo itu."Hibur mereka.
Beberapa saat ketika mereka berbincang datang seorang naik sepeda
motor memboncengkan anak kecil.

"Itu Tito!"teriak mereka.
Mbak Lastri dan mas Wargiman suaminya langsung mendatangi orang itu
dan mengambil Tito.
"Di mana mas,menemukan Tito?"tanya mas Didin pada orang yang membawa Tito.
Orang yang ditanya tidak menjawab,tapi langsung masuk rumah untuk
pamit mas Wargiman.
Mereka berbincang dengan mbak Lastri dan mas Wargiman sebentar dan pergi.

Tito diajak keluar dari kamar menemui orang orang.

"Kamu kemana aj To?"tanya pak Antan.
"Saya diajak orangtua berjenggot putih nonton di alun alun,terus
diajak pulang orang tadi."Jawab Tito.
Berita menyebar satu desa,bahwa Tito anak mbak Lastri dibawa hantu.

Kisah itu terjadi beberapa bulan sebelum aku dan istriku tinggal di
tempat ini.

Kisah kisah mistis yang kadang membuat istriku takut jika aku tinggal
kerja malam.
"Gitu aja takut,cuma bayang bayang sendiri,tenang saja sudah aku
pagari tempat kita dengan pagar gaib."aku bohongi istriku untuk
menghiburnya.

"Benar to mbak Tri,Tito dulu pernah hilang dibawa hantu?"tanya
istriku kepada mbak Lastri pada satu kesempatan.

Mbak Lastri tersenyun sambil berbisik menjelaskan:"Tito itu waktu aku
ajak main ke alun alun tidak aku sadari lepas pegangan tangannya dan
ia hilang diantara orang orang."Jawab mbak Lastri.
"Aku cari sampai jam tujuh gak ketemu,aku pulang,dan kang Wargiman marah."
"Aku juga takut disalahkan oleh orang orang,dan ternyata Tito
diketemukan teman kang Wargiman terus diantar pulan."terang mbak
Lastri lebih lanjut.
"OH,,,"Istriku bengong di antara bisik bisik mbak Lastri.

Barangkali kita bisa saling menginspirasi,mohon bila coppy paste sertakan link ke blog ini dan tulis pengarangnya.Terimakasih sahabat cerpen dunia maya